Menanyakan hal yang sama setiap hari: PR, Tugas, Ulangan: padahal kamu tau positif bahwa kamu gak bakalan sekolah untuk keesokan harinya. Sudah hampir 1 bulan kamu gak masuk sekolah. Sudah hampir 1 bulan aku duduk sendirian. Coba ingat beberapa bulan lalu ketika aku sakit 2 minggu full, apakah aku se-rese kamu.. menanyakan tugas, pr, ulangan setiap hari.. coba ingat lagi… SERAJIN AKUKAH KAMU MEMBALAS SMSKU KETIKA AKU ADA DI POSISIMU SEKARANG? Semua guru tahu, kamu sakit berat, sayang… Aku ngerti kamu ini anak kesayangan guru, but please… lebih baik kamu pikirkan kesehatan kamu dulu daripada sekolah. Apakah menurutmu sekolah itu segala-galanya??? Apalah artinya lagi sakit kembali lagi mikirin sekolah, apa gak tambah sakit??? Sudahlah. Lupakan sekolah. Perhatikan kesehatanmu.. Sebentar lagi ulangan umum… kamu harus kembali ke sekolah secepatnya… sakit itu musibah… dan Tuhan memberikan sakit kepadamu itu karena sebuah alasan. Sebuah alasan yang mungkin gak pernah kamu tau apa itu…
.
Apakah kamu tega membiarkan orang lain menunggumu ketika kamu sedang mengerjakan aktivitas pribadimu? Kamu tega. Masalahmu, aktivitas pribadimu sama sekali gak ada hubungannya denganku. kamu menyuruhku untuk mengantarmu ke kantin untuk nge-cas HPmu. Lalu kamu menyuruhku menungguku untuk tidak kembali ke kelas, sampai sms yang kamu tunggu-tunggu datang. Syukurlah sms itu datang. Tapi sayangnya kamu tidak menghargai kesabaranku. Kamu malah berharap padaku untuk menunggu sms selanjutnya. Kurasa aku bersyukur bisa tegas dan asertif… sejak kamu tidak pernah memedulikan perasaan orang lain.
.
Kenapa? Kamu sakit? Gak enak badan? sakit kepala? Suhu badanmu panas? Aku mengerti kok keadaanmu. Tapi apa gak berlebihan kamu terus-terusan mengeluh akan penyakitmu? Mengeluh tidak akan membuatmu lebih baik, kawan…
.
Lah… pusing2 mikirin orang lain!!!! :(
.
Hari ini aku ke tukang fotokopi buat ngejilid makalah sepulang sekolah. Begitu proses setengah jilid berlangsung, aku baru ingat kalau makalah kewarganegaraan yang sedang dijilid itu di belakangnya ada artikel tugas biologi tentang REPRODUKSI MANUSIA, hamil-hamil thingy. Waaaa!!! Untung proses penjilidan baru 50%, jadi bisa dibuka lagi. *fyuuh… syukurlah photocopyman-nya sudah bergelar S.Ppy (sarjana photocopy?!?) Lvl. 99 (kayak RO azah…). Sehingga guru kewarganegaraan tidak perlu tercengang sekaligus terbingung-bingung melihat gambar alat reproduksi manusia di halaman-halaman akhir makalah. *ha~